Cerita di Balik Momen
Sembilan puluh peserta - dari berbagai penjuru Indonesia bahkan beberapa dari luar negeri - memenuhi ruang virtual di Sabtu malam untuk sebuah sesi yang tidak biasa: mengkaji konsep qalb dalam psikologi Islam dan relevansinya bagi kesehatan jiwa kontemporer.
Qalb dalam tradisi Islam bukan sekadar "hati" dalam arti biologis. Ia adalah pusat kesadaran, emosi, dan kehendak manusia - tempat di mana iman bersemayam dan di mana godaan bertarung dengan kebaikan. Sesi menelusuri bagaimana para ulama klasik seperti Imam Al-Ghazali memandang qalb, dan bagaimana pandangan itu bersesuaian dengan temuan neurosains modern.
Peserta yang hadir sangat beragam: ada yang berlatar belakang psikologi, ada alumni pesantren, ada pekerja kantoran yang sedang mencari makna, bahkan ada WNI di luar negeri yang rindu pendekatan Islam yang holistik. Diskusi berlangsung hingga larut - tanda bahwa topik ini menyentuh sesuatu yang sangat dalam.
Sorotan Kegiatan
-
90 peserta dari 12 provinsi dan 3 negara (Indonesia, Malaysia, Singapura)
-
Diskusi mengacu pada teks Al-Ihya Ulumiddin karya Imam Al-Ghazali
-
Moderator sesi adalah ustaz dengan gelar PhD di bidang Islamic Psychology
-
Rekaman sesi ditonton lebih dari 500 kali setelah diunggah ke YouTube
Galeri Foto
Kenangan dalam Gambar
6 momen berharga dari Sesi Psikologi Islam - "Mengenal Qalb", Januari 2026
Peserta dari berbagai daerah bergabung dalam satu ruang virtual
Pemaparan konsep qalb menurut Al-Ghazali dan ulama klasik
Pembahasan referensi dari Ihya Ulumiddin
Antusiasme peserta dalam sesi tanya jawab
Korelasi konsep qalb dengan temuan neurosains modern
Penutupan dengan doa bersama yang khusyuk