Sanubari

Sahabat untuk tumbuh & pulih bersama

#Sanubari

Program Sekolah 05

Ruang Anti Bully

Membangun Sekolah yang Aman Dimulai dari Satu Komunitas yang Berani Berubah

Jumlah pertemuan fleksibel - dapat disesuaikan dengan kebutuhan sekolah
Mengapa Layanan Ini Ada

Perundungan Bukan "Fase Normal Tumbuh" - Ini Luka yang Membutuhkan Respons Nyata

40%

siswa SD-SMA pernah menjadi korban perundungan dalam hidupnya

KPAI, 2022

70%

korban tidak pernah melapor karena takut, malu, atau tidak tau harus bicara ke siapa

Komnas HAM

↓60%

penurunan insiden perundungan di sekolah yang menerapkan program anti-bullying terstruktur

UNESCO, 2019

Setiap hari, ada anak yang berjalan ke sekolah dengan berat yang tidak terlihat. Bukan berat tas buku - tapi berat kata-kata yang kemarin ditujukan padanya, tatapan yang membuatnya merasa tidak ada tempat yang benar-benar aman. Perundungan meninggalkan luka yang tidak selalu terlihat dari luar, tapi bertahan jauh lebih lama dari memar di permukaan kulit.

Yang paling menyakitkan bukan hanya kejadiannya - tapi sering kali tidak ada yang melakukan sesuatu. Bukan karena tidak peduli, tapi karena tidak tau harus bagaimana. Guru tidak disiapkan dengan protokol yang jelas. Teman-teman tidak tau kapan dan bagaimana melindungi. Dan korban belajar bahwa bersuara tidak mengubah apa pun.

Ruang Anti Bully hadir untuk mengubah itu. Bukan hanya untuk satu anak yang sedang mengalami - tapi untuk seluruh ekosistem sekolah. Karena lingkungan yang aman harus dibangun bersama, oleh semua orang yang ada di dalamnya.

Sesi workshop Ruang Anti Bully bersama guru dan siswa

40%

siswa SD-SMA pernah menjadi korban perundungan…

Masalah yang Kami Pecahkan

Kondisi Nyata yang Dihadapi Mereka yang Membutuhkan Layanan Ini

  • Guru dan tenaga pendidik tidak memiliki protokol penanganan yang terstandar dan bisa diandalkan

  • Budaya sekolah yang secara tidak sadar mentoleransi atau mengabaikan dinamika perundungan

  • Korban dan pelaku sama-sama membutuhkan pendampingan yang tepat - bukan sekadar hukuman atau pembiaran

  • Orang tua tidak mengenali tanda-tanda bahwa anak mereka sedang mengalami atau melakukan perundungan

Dasar Metode

Program anti-perundungan berbasis bukti (mengacu rekomendasi UNESCO) yang melibatkan seluruh ekosistem sekolah: guru, siswa, dan orang tua.

Apa yang Kamu Dapatkan

Nilai Konkret dari Setiap Sesi & Program

  • 1

    Modul workshop anti-bullying terstandarisasi dan berbasis bukti

  • 2

    Sertifikat partisipasi resmi untuk seluruh peserta

  • 3

    Panduan penanganan kasus yang bisa langsung digunakan

  • 4

    Sesi tanya jawab langsung bersama psikolog klinis

  • 5

    Materi edukasi digital untuk seluruh warga sekolah

Untuk Siapa

Layanan Ini Dirancang untuk Kamu Jika…

  • Sekolah dasar dan menengah (SD, SMP, SMA)
  • Guru BK dan seluruh tenaga pendidik
  • Orang tua dan wali murid
  • OSIS dan perwakilan komunitas siswa

Kerangka Metode

Kerangka Whole-School

Pendekatan menyeluruh ala rekomendasi UNESCO - perubahan terjadi ketika seluruh ekosistem sekolah bergerak bersama.

Sekolah Aman
1
Kebijakan Sekolah
2
Guru
3
Siswa
4
Orang Tua
1

Kebijakan Sekolah

Komitmen dan aturan anti-perundungan yang jelas sebagai fondasi bersama.

2

Guru

Pembekalan tenaga pendidik untuk mendeteksi dini dan menangani dengan tepat.

3

Siswa

Edukasi empati, keberanian melapor, dan budaya saling menjaga antar teman.

4

Orang Tua

Kolaborasi rumah dan sekolah agar penanganan berjalan konsisten.

Siap Memulai?

Klik tombol di bawah dan tim kami akan merespons pesanmu - hangat, tanpa tekanan, dan tanpa penghakiman.